ICCES

International Conference on Circular Economy & Sustainability

“Menuju Dunia Ekonomi Sirkular untuk Kehidupan Berkelanjutan “

Dalam menanggapi publikasi Seri ISO 59000

Latar Belakang

Perubahan iklim, menipisnya sumber daya alam, degradasi lingkungan, dan meningkatnya volume sampah global telah menjadi tantangan besar bagi umat manusia di abad ke-21. Model ekonomi linear tradisional—yang mengandalkan pola ambil-buat-buang—terbukti tidak berkelanjutan, memberikan tekanan signifikan pada ekosistem dan kelangsungan hidup manusia.

Menanggapi krisis ini, pendekatan Ekonomi Sirkular (CE) telah muncul sebagai paradigma baru pembangunan ekonomi yang tidak hanya hemat sumber daya tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ekonomi Sirkular mendorong siklus material tertutup, memperpanjang umur produk, mengurangi sampah, dan mengintegrasikan praktik penggunaan kembali, pengurangan, dan daur ulang ke dalam strategi industri dan kebijakan publik.

Kesadaran akan pentingnya Ekonomi Sirkular (EK) terus tumbuh di tingkat global. Sebagai tanggapan, Organisasi Internasional untuk Standardisasi (ISO) telah resmi menerbitkan seri ISO 59000—seperangkat standar internasional yang menyediakan kerangka kerja, prinsip-prinsip dasar, dan panduan praktis untuk implementasi ekonomi sirkular yang sistematis dan terstandarisasi. Seri ISO 59000 mencakup:

  • ISO 59004: Kosakata, prinsip, dan panduan implementasi
  • ISO 59010: Panduan transisi model bisnis dan jaringan nilai
  • ISO 59020: Mengukur dan menilai kinerja sirkularitas.

Penerbitan standar-standar ini menandai tonggak penting bagi berbagai sektor—pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil—untuk mengadopsi pendekatan yang lebih terstruktur dan berdampak terhadap ekonomi sirkular (EK).

Sebagai negara berkembang dengan sumber daya alam yang melimpah dan pertumbuhan ekonomi yang dinamis, Indonesia berada di posisi strategis untuk memimpin transformasi menuju ekonomi sirkular. Namun, transisi ini membutuhkan pemahaman bersama, kolaborasi multisektor, dan penerapan standar internasional untuk memastikan implementasi Ekonomi Sirkular tidak hanya simbolis, tetapi konkret dan terukur.

Badan Standardisasi Nasional (BSN) berperan penting dalam memperkenalkan dan mengarusutamakan Seri ISO 59000 ke dalam sistem standardisasi nasional. BSN juga menjembatani agenda internasional dan implementasinya di tingkat lokal dan industri. Sementara itu, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bertanggung jawab untuk merumuskan kebijakan dan strategi pembangunan nasional yang selaras dengan prinsip-prinsip ekonomi sirkular, serta mendorong integrasi konsep Ekonomi Sirkular ke dalam dokumen perencanaan jangka menengah dan panjang negara.

Melalui kolaborasi BSN dan Bappenas dengan lembaga-lembaga nasional dan internasional, konferensi ini diharapkan dapat memperkuat kerangka kebijakan dan kelembagaan ekonomi sirkular di Indonesia.

Untuk mempercepat adopsi dan pemahaman Ekonomi Sirkular dan seri ISO 59000, Konferensi Internasional tentang Ekonomi Sirkular dan Keberlanjutan (ICCES I) akan diselenggarakan pada 17-18 November 2025 di Bali, Indonesia.

ICCES merupakan forum internasional pertama di Indonesia yang didedikasikan khusus untuk tema Ekonomi Sirkular dan Keberlanjutan dalam konteks seri ISO 59000. Konferensi ini bertepatan dengan peluncuran global standar tersebut dan akan menjadi titik awal bagi forum lintas negara yang akan mempertemukan:

  1. Perwakilan pemerintah dari berbagai kementerian strategis
    Delegasi ISO dan organisasi internasional dari Eropa, Asia, Afrika, Amerika, Australia, dan Oseania Pasifik.
  2. CEO dan pemimpin industri nasional dari sektor energi, manufaktur, pangan, teknologi, dan logistik.
  3. Akademisi dan lembaga penelitian terkemuka.
  4. Organisasi masyarakat sipil dan jaringan ekonomi sirkular dari seluruh dunia

ICCES bukan hanya platform untuk penyebaran standar, tetapi juga forum kolaboratif untuk berbagi pengetahuan, membangun kemitraan, dan menciptakan solusi kolektif menuju ekonomi sirkular yang terukur, berdampak, dan berkelanjutan.

Konferensi ini merupakan bagian dari gerakan strategis menuju transformasi ekonomi nasional yang mendukung visi Indonesia Emas 2045 dan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Konferensi ini merupakan bagian dari gerakan strategis menuju transformasi ekonomi nasional yang mendukung visi Indonesia Emas 2045 dan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Tujuan konferensi ini adalah:

  • 01
    Meningkatkan pemahaman lintas sektoral tentang konsep Ekonomi Sirkular dan pentingnya Seri ISO 59000 sebagai kerangka kerja internasional.
  • 02
    Menyediakan forum kolaboratif bagi pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat sipil untuk membahas praktik terbaik dan inovasi dalam Ekonomi Sirkular (CE).
  • 03
    Mempromosikan integrasi CE ke dalam kebijakan nasional dan strategi bisnis, selaras dengan target SDG dan visi pembangunan jangka panjang.
  • 04
    Membangun jaringan internasional dan kemitraan strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menerapkan ekonomi sirkular.
  • 05
    Mengembangkan rekomendasi kebijakan dan tindakan tindak lanjut untuk mendukung transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia dan kawasan.
  • 06
    Berfungsi sebagai platform untuk deklarasi bersama, termasuk komitmen nasional dan global terhadap penerapan ISO 59000, dan pernyataan tentang transisi menuju model ekonomi sirkular melalui email ke trheeaBllyaglirDeeactslaitrea.ctiomn.
  • 07
    Berbagi pengetahuan dan praktik terbaik dalam penerapan ekonomi sirkular dalam sektor bisnis dan lintas industri.
  • 08
    Mengembangkan peta jalan dan tindakan lanjutan yang konkret untuk mendukung implementasi Ekonomi Sirkular di Indonesia yang terukur dan sistematis.
  • 01
    Peningkatan kapasitas pemangku kepentingan dalam memahami dan menerapkan Ekonomi Sirkular (CE) berdasarkan standar ISO.
  • 02
    Akses langsung ke pengetahuan dan pengalaman global, termasuk dari para ahli ISO, organisasi internasional, dan praktisi industri.
  • 03
    Menjalin kemitraan dan kolaborasi internasional untuk proyek dan inisiatif bersama di bidang ekonomi sirkular.
  • 04
    Dukungan terhadap kebijakan nasional dan peta jalan ekonomi sirkular Indonesia.
  • 05
    Platform integrasi multi-pemangku kepentingan untuk menyelaraskan visi, sumber daya, dan tindakan nyata menuju ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
  • 06
    Peningkatan eksposur nasional dan promosi di kancah global sebagai negara yang mengadopsi prinsip ISO 59000 dan CE.
  • 07
    Peluang bagi bisnis dan sektor swasta untuk terlibat dalam kerja sama lintas batas, investasi, dan inovasi dalam praktik berkelanjutan.
  • 08
    Penciptaan dampak nyata melalui deklarasi bersama, mempromosikan peralihan global dari model ekonomi linier ke ekonomi sirkular.
  • 09
    Peningkatan pengetahuan, wawasan, dan keterampilan peserta dalam menerapkan prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan.
  • 10
    Peluang untuk membangun kemitraan lintas sektor dan memperluas jaringan kolaboratif dalam isu keberlanjutan dan ekonomi sirkular.
  • 11
    Pemberdayaan organisasi yang berpartisipasi melalui penerapan standar dan penerapan praktik ekonomi sirkular yang lebih kuat dan lebih terarah.
  • 01
    Konferensi Internasional ICCES I

    mencakup serangkaian kegiatan utama yang berfokus pada pendekatan strategis, teknis, dan kolaboratif untuk mendukung pemahaman dan implementasi Ekonomi Sirkular dan keberlanjutan. Cakupan kegiatannya meliputi

    (detail lebih lanjut terdapat pada Kerangka Acuan terlampir)

  • 02
    Upacara Penghargaan ICEA 2025

    Acara ini diselenggarakan bagi perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, inovasi, dan kepemimpinan mereka dalam mewujudkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan. Penghargaan ICEA 2025 memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh inspiratif, organisasi terkemuka, dan bisnis luar biasa yang telah menunjukkan kontribusi nyata dan berjangkauan luas di berbagai sektor.

    (detail selengkapnya tentang Kerangka Acuan terlampir)

  • 03
    Lokakarya Pelatihan Internasional Seri ISO 59000 tentang Ekonomi Sirkular

    17-18 November 2025
    Sebagai bagian dari Konferensi Internasional tentang Sebagai bagian dari rangkaian program Circular Economy and Sustainability (ICCES) Konferensi Internasional tentang Ekonomi Sirkular 2025, lokakarya ini dirancang untuk dan Keberlanjutan (ICCES) 2025, lokakarya ini memperkuat pemahaman peserta dan hadir untuk memperkuat keterampilan praktis dalam melaksanakan sirkular pemahaman dan keterampilan praktis untuk prinsip-prinsip perekonomian secara terstandar dan peserta dalam mengimplementasikan prinsip impactful way.

    (lebih detail pada Kerangka Acuan terlampir)

  • 04
    Visit to Best Practices of Circular Economy in Bali

    Sebagai bagian dari rangkaian konferensi dan pelatihan ekonomi sirkular, kunjungan studi ini dirancang untuk memberikan peserta pengalaman lapangan langsung dan praktis tentang bagaimana prinsip-prinsip Ekonomi Sirkular (CE) diterapkan di berbagai sektor. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu hari penuh, mengunjungi beberapa lokasi praktik terbaik di Bali, mulai dari inisiatif berbasis komunitas dan perusahaan rintisan teknologi hingga perusahaan nasional dan multinasional.

    (detail lebih lanjut terdapat pada Kerangka Acuan terlampir)

Pembicara ICCES 2025

Catherina Chevauche

Chair ISO TC 323, AFNOR, France

Raul Carlsson, Ph.D

CEN/TC 407 Circular Econmy - Sweden

Hans Kroder

ISO TC 323 WG 3 CONVENER Netherland

Martin Neureiter

CSR and Sustainability Expert Austria

Thomas Thoomas

Chair ISO SGN Singapura

MARCEL SCHULZE

ISO TC 207 Secondary Material Expert SwItzerland

Luciana Helena Xavier

ISO TC 323 Expert Brazil

Gefei Yin

ISO SGN Expert China

Cathrine Barth

ISO SGN Expert Norwegia

Adrian Kuah

ISO TC 323 Singapore

Suharman Noerman

ISO TC 323 - Indonesia

Staffan Soedenberg

Ce & Sustainability Expert Sweden

Rene Van Berkel

Aceba - Thailand

Carolina Zoocoli

ISO TC 323 Expert Brazil

Prof. Bambang Prasetya

Chair Board of Expert

Mariski Nirwan

ICEST Deputy Secr.General

Puan Maharani

Ketua DPR
Republik Indonesia

Dr. Hanif Faisol Nurofiq

Menteri Lingkungan Hidup Indonesia

Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia

Rosan Perkasa Roeslani B.A., M.B.A

Menteri Investasi dan Hilirisasi Indonesia

Agus Gumiwang Kartasasmita

Menteri Perindustrian Indonesia

Dr. Bahlil Lahadalia

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia

Y. Kristianto Widiwardono

Acting Head BSN

Dr. Ir. I Wayan Koster, MM

Gubernur Bali

Leonardo A.A T Sambodo

Deputy BAPPENAS

Dony Purnomo

Secretary General BSN

Anindya Bakrie

Ketua Umum
Kamar Dagang Indonesia

Muhammad Rudy

Chief Operating Officer
PT Kaltim Prima Coal Tbk

Erwin Ciputra

Director
PT Chandra Asri Petrochemical Tbk

Nugi Nugroho

Chief Executive Officer
PT Telkomsel

Achmad Ardianto, ST. MBA.

Direktur Utama
PT Aneka Tambang, Tbk

Rachmad Pribadi

Direktur Utama
PT Pupuk Indonesia

Boediman Widjaya

CEO / Founder of
JOE Green Pte, Ltd

Gusrizal

Direktur Utama
PT Pupuk Kaltim (Persero)

Djony Bunarto Tjondro

President Director
PT Astra International, Tbk

Budi Santoso Syarief

Direktur Utama
PT Pupuk Kujang

Yusuf Saadudin

Direktur
Bank Jabar

Darmawan Prasodjo

Direktur Utama
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)

Arsal Ismail

Direktur Utama
PT Bukit Asam Tbk

Filius Yuliandi

Direktur Utama
Pupuk Iskandar Muda

Adhi Herlambang

General Manager
PT PLN (Persero) UID S2JB - Palembang

Darconi Khatob

Direktur Utama
PT Petrokimia Gresik

Fuad Bawazier

Komisaris
PT MIND ID

Riko Ramadhano Budiawan

General Manager
PT. PLN UIP3B Kalimantan

Hendra Hutahean

Presiden Direktur
PT Pamapersada Nusantara

Philipp Navratil

Chief Executive Officer
PT Nestle

Arief Mulyadi

Direktur Utama
PT Permodalan Nasional Madani

Maryono

Direktur Utama
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang

Angela Tanoesoedibjo

CO-CEO
PT MNC Group

Simon Aloysius Mantiri

Direktur Utama
PT Pertamina (Persero)

Suhat Miyarso

Dewan Pengurus
PT INAPLAS

Arief Setiawan Handoko

Direktur Utama
PT Perusahaan Gas Negara

Laurent Boissier

CEO
PT Danone Indonesia

Arief Suhartono

Direktur Utama
PT Pelindo (Persero)

Burhanudin Abdullah

Komisaris Utama
PT PLN (Persero)

Zainudin Amali

Wakil Komisaris Utama dan Komisaris Independen
Bank Mandiri

REGISTRASI

TERE
0822 4040 6233 (OC)











    ICCES 2025

    INDONESIAN CONFERENCE CIRCULAR ECONOMY (ICESS) 2025

    17 - 18 November 2025 *

    ICCES Event

    * Tentative

    Supported by